Jakarta(Antaranews Jateng) - Khazanah budaya Indonesia, seperti yang dimiliki masayarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya memukau bangsa sendiri, namun juga membuat bangsa-bangsa lain terpesona dan bahkan ingin ikut mengangkat budaya tersebut ke tingkat lebih tinggi. Upaya itulah yang berupaya dijalankan oleh Sekolah Tari Mada-Belantara Budaya Indonesia (Sekolah Tari Mada-BBI
Simposiumtersebut menjadi ajang pertemuan bagi para pecinta wastra dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, dan mitra TTASSEA seperti Australia, Amerika, Jepang, Korea, India, Uzbekistan, Inggris, dan Kanada. "Setiap negara punya wastra dengan kekhasan sendiri yang luar biasa bagusnya.
Bogor- Mahasiswa Pecinta Alam Rimba (MAPAR) Universitas Nusa Bangsa pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 telah menyelenggarakan Seminar Online Nasional dengan tema "Omnibus Law, Konservasi atau Kontroversi" yang berlangsung secara online melalui Zoom meeting dan live streaming di Official Youtube channel MAPAR UNB. Penyelenggaraan seminar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 061910 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d80f072cde60e7e • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS pecinta nusa dan bngsa sendiri. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS Teka Teki Silang populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI menyebut kata “nasionalis†dgn dua pengertian, pertama, pecinta nusa dan bangsa sendiri dan kedua, orang yg memperjuangkan kepentingan bangsanya; patriot. Sedangkan patriot ialah pencinta pembela tanah air. Adapun patriotisme ialah nama lain dari semangat cinta tanah air. Dalam KBBI, patriotisme ialah sikap seseorang yg bersedia mengorbankan segala-galanya buat kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; semangat cinta tanah air. Tetapi tiada sesuatu yg membuat Syekh Musthafa Al-Ghalayaini, salah seorang pemerhati bahasa dan sastra Arab 1886 M-1944 M yg tinggal di Beirut, Libanon, ketimbang orang yg mengaku sebagai seorang nasionalis yg menebus kejayaan tanah airnya dgn darah dan hartanya, tetapi justru dia yg paling kuat meruntuhkan sendi-sendi kebangsaan dgn pelbagai kezaliman dan potensi yg ada padanya. Dalam Kitab Izhatun Nasyi’in Nasihat buat Para Pemuda, karya yg ditulis di Beirut pada 1913 M, Syekh Musthafa Al-Ghalayaini menyimpulkan bahwa seorang anak bangsa yg mengaku sebagai seorang nasionalis pada kenyataannya juga dapat berbohong melalui pernyataan palsu sebab tak cocok dgn perilakunya. ليس كل من ينادي بالوØÙ†ÙŠØ© ÙˆØÙ†ÙŠØ§ ØØªÙ‰ تراه عاملا للوØÙ† بما ÙŠØÙŠÙŠÙ‡ باذلا ما عز وهان ÙÙŠ سبيل ترقيه يسعى مع الساعين ÙÙŠ إعلاء شأنه وينصب مع الناصبين ÙÙŠ ØÙظ كيانه Artinya, “Tidak setiap orang yg mendakwakan diri sebagai seorang nasionalis ialah nasionalis sejati kecuali kau menyaksikan dia berbuat sesuatu buat menghidupkan tanah airnya, mendermakan barang berharga miliknya, rela terhina buat meninggikan harkat bangsanya, terlibat bersama rekan seperjuangan demi mengangkat negerinya, dan rela bersusah payah dan letih bersama yg lain dalam menjaga eksistensi tanah airnya,†Lihat Syekh Musthafa Al-Ghalayaini, Izhatun Nasyi’in, [Beirut, Sayida 1953 M/1373 H], cetakan kesembilan, halaman 81. Menurut Syekh Musthafa Al-Ghalayaini, tak sedikit anak bangsa yg berteriak kencang sebagai nasionalis sejati. Ternyata ia ialah seorang nasionalis gadungan sebab perilakunya justru seperti kanker yg menggerogoti keutuhan negara dan bangsanya. أما من يسعى Ùيما ÙŠÙØª ÙÙŠ عضده ويكسر ÙÙŠ ساعده Ùقد بعد ما بينه وبين الوØÙ†ÙŠØ© ولو Ø±ÙØ¹ عقيرته وملأ Ø§Ù„Ø£Ù‚ØØ§Ø± ØµØ±Ø§ØØ§ ونادى ÙÙŠ الأمة أن أني من الوØÙ†ÙŠÙŠÙ† المØÙ„صين Artinya, “Adapun orang yg berupaya mencerai-beraikan kekuatan negaranya dan menghancurkan pilar-pilar bangsanya, maka ia jauh dari sikap nasionalisme meski teriakannya lantang memenuhi kolong langit setiap pelosok negerinya dan meski dia berkata di tengah rakyat, ‘Saya seorang nasionalis tulen,’†Lihat Syekh Musthafa Al-Ghalayaini, Izhatun Nasyi’in, [Beirut, Sayida 1953 M/1373 H], cetakan kesembilan, halaman 81. Syekh Musthafa Al-Ghalayaini pada karyanya terutama tema Al-Wathaniyyah Nasionalisme menjelaskan sikap seorang nasionalis sejati. Menurutnya, seorang nasionalis tulen mau mengorbankan diri demi kemaslahatan negeri dan rakyatnya. الوØÙ†ÙŠØ© الØÙ‚ هي ØØ¨ Ø¥ØµÙ„Ø§Ø Ø§Ù„ÙˆØÙ† والسعي ÙÙŠ ØØ¯Ù…ته، والوØÙ†ÙŠ ÙƒÙ„ الوØÙ†ÙŠ Ù…Ù† يموت ليØÙŠØ§ ÙˆØÙ†Ù‡ ويمرض Ù„ØªØµØ Ø£Ù…ØªÙ‡. Artinya, “Sikap nasionalisme sejati ialah semangat memperbaiki tanah air dan berupaya mengabdikan diri buatnya. Sedangkan seorang nasionalis tulen ialah orang yg rela mengorbankan nyawanya demi kejayaan tanah airnya dan rela sakit menderita demi keselamatan rakyatnya,†Lihat Syekh Musthafa Al-Ghalayaini, Izhatun Nasyi’in, [Beirut, Sayida 1953 M/1373 H], cetakan kesembilan, halaman 82. Syekh Musthafa Al-Ghalayaini yg juga penulis kitab nahwu Jami‘ud Durus Al-Arabiyyah, sebuah kitab nahwu rujukan di kampus-kampus Islam negeri di Indonesia, mengingatkan para pemuda mau kewajiban-kewajiban anak bangsa terhadap tanah airnya. ألا إن للوØÙ† على أبنائه ØÙ‚وقا Ùكما لا يكون الابن ابنا ØÙ‚يقيا ØØªÙ‰ يقوم بواجب الأبوة Ùكذلك ابن الوØÙ† لا يكون ابنا بارا ØØªÙ‰ ينهض بأعباء ØØ¯Ù…ته ÙˆÙŠØ¯ÙØ¹ عن ØÙ…اه المؤذين ويذود عن ØÙŠØ§Ø¶Ù‡ المدلسين Artinya, “Ketauhilah bahwa anak bangsa atau putra tanah air memiliki kewajiban. Seseorang tak dapat dikatakan berbakti sebelum ia menjalankan kewajiban khidmat terhadap orang tuanya. Demikian juga seorang anak bangsa. Ia takkan disebut anak bangsa yg berbakti sebelum bangkit berkhidmat memikul beban negerinya, membela kedaulatan negaranya dari ancaman pihak-pihak yg jahat, dan melindungi sumber daya bangsanya dari para penipu,†Lihat Syekh Musthafa Al-Ghalayaini, Izhatun Nasyi’in, [Beirut, Sayida 1953 M/1373 H], cetakan kesembilan, halaman 82. Meski Kitab Izhatun Nasyi’in berarti Nasihat buat Para Pemuda, pesan-pesan Syekh Musthafa Al-Ghalayaini ini layak diperhatikan oleh semua elemen bangsa dari pelbagai usia dan latar belakang agama, suku, rasa, dan antargolongan. Pesan-pesan Syekh Musthafa Al-Ghalayaini dalam Bahasa Arab ini memang ditulis di Beirut pada 1913 M silam. Meski demikian, semangat nasionalisme yg terkandung di dalamnya bersifat universal dan relevan buat semua anak bangsa di dunia, termasuk anak bangsa Indonesia saat ini sebab cinta tanah air berkaitan erat dgn keimanan seseorang. Wallahu a’lam. Alhafiz K Uncategorized
pecinta nusa dan bangsa sendiri